Cegah OPT Biar Tak Kecele Bagian 2

Pengamatan yang dilakukan meliputi petak tetap dan sekeliling desa. Petak tetap ditentukan di daerah yang selalu terserang dan menggunakan varietas yang peka atau disenangi OPT. “Kalau di situ ada, cek lagi di sekelilingnya, sekitar kecamatan. Kalau (pengamatan) itu dilakukan, nggak sampai kecolongan,” urai dia. Cara efektif untuk memutus siklus OPT seperti WBC dan penggerek batang adalah dengan menjeda padi dengan tanaman lain. “Karena siklus wereng, penggerek itu cuma satu bulan. Setidaknya satu bulan berhenti, jangan nanam padi. Itu (OPT) mati, nggak berkembang,” jelas Tri.

BBPOPT juga tengah mengembangkan musuh alami WBC dengan Anagrus dan Oligosita. Kedua jenis parasitoid ini mampu menekan serangan WBC hingga 60% pada beberapa uji lapang. “Kita sedang perbanyakan predator wereng. Kita lepas sejak persemaian. Kalau di persemaian sudah kita kendalikan, ke sananya aman,” ulas Tri. Sedangkan mencegah penggerek batang menggunakan Trichogramma. Bisa juga memakai pestisida kimia seperti Endure 120 SC untuk mencegah penggerek batang dan Pexalon 106 SC untuk WBC.

Iman menjelaskan, WBC dapat dicegah dengan Stargate 600 SC sebanyak 300 ml/ha untuk 3 kali penyemprotan saat umur 30, 37, dan 44 hari setelah tanam (HST). “Stargate memberikan kenya manan bagi petani dari sisi biaya operasional lebih rasional, lebih simpel dalam penyemprotan, dan kualitas efikasinya,” ucapnya. Sebelumnya gunakan dulu Marshal 5 GR untuk imunisasi benih dan pen cegahan WBC sejak dini. Bentuknya butiran sehingga bisa dicampurkan dengan pupuk.

Mencegah penggerek batang menggunakan Ferterra 0.4 GR yang lebih aman terhadap lingkungan dan musuh alami serta tidak merusak ekosistem. “Ferterra itu pengendali ulat dari ‘akar’. Aplikasinya bersamaan dengan pemupukan, 14 HST. Kalau serangannya berat, gunakan Prevathon 50 SC karena daya kendalinya lebih cepat,” saran Iman dengan aplikasi 2 kali, umur 21 dan 28 HST lewat daun. Kedua produk ini memberikan perlindungan pan jang dan membantu petani menghemat biaya penyemprotan.

Untuk daerah endemik blast, kendalikan sejak pembibitan karena sudah mulai ada serangan. “Serangan blast selain cepat penyebarannya juga nggak pandang tahapan. Sejak awal pembibitan sampai generatif bisa diserang,” lanjutnya. Pencegahan tikus di lahan rawa menggunakan sistem perangkap tikus (Trap Barrier System, TBS), pengendalian gropyokan, dan fumigasi sarang tikus. Pencegahan WBC, penggerek batang, dan walang sangit menggunakan lampu perangkap, Feromon (Fero-PBPK), bioprotektor, pestisida, dan penanaman refugia.

Gulma dikendalikan dengan herbisida, seperti Pyzero 100 EC dan sistem manual. Pupuk silika selain untuk pertumbuhan tanaman, bisa mengurangi serangan OPT. Dedi memaparkan, “Unsur silika bisa masuk dinding sel. Dinding sel kuat, serangga nggak mau gigit. Serangga nggak suka karena keras. Dengan silika, penggerek batang nggak mau gigit, akhirnya terhindar.”

Hanifah Musaroh